Kenapa Banjarnegara Berpredikat Kota Belum Layak Anak?

BANJARNEGARA – Baru-baru ini Banjarnegara di Tahun 2021 ini dinyatakan belum berpredikat Kabupaten Layak Anak (KLA). Selain Banjarnegara, dua Kabupaten lainnya adalah Kabupaten Purbalingga dan Wonogiri.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah bertemu dengan Wakil Bupati Banjarnegara bersama beberapa Kepala OPD di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara, kemarin (16/12/2020) guna membahas upaya untuk mewujudkan Banjarnegara menjadi KLA di tahun 2021.

Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB, Saptiwi Mumpuni mengatakan, pihaknya mendorong kabupaten/kota di Jateng yang belum memiliki predikat KLA, untuk segera memenuhi persyaratan dan indikator yang sudah ditentukan.

Dia berharap, di tahun 2021 Kabupaten Banjarnegara sudah menjadi KLA. Ini sekaligus untuk memenuhi persyaratan agar Provinsi Jawa Tengah bisa menjadi Provinsi Layak Anak (Provila).

“Provila tidak akan terwujud jika masih ada kabupaten/kota yang belum berpredikat layak anak,” ujarnya

Dia menjelaskan, KLA adalah kabupaten/kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

Tujuan KLA agar anak-anak bisa terpenuhi haknya, tumbuh kembangnya serta perlindungan dan partisipasinya.

Ia memaparkan, indikator-idikator yang harus terpenuhi untuk mendapatkan predikat KLA antara lain, tersedianya peraturan atau kebijakan daerah tentang kabupaten yang layak anak.

Selain itu, adanya gugus tugas yang berfungsi dengan maksimal serta terpenuhinya fasilitas ramah anak di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi dan lingkungan.

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin berterima kasih dan menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah ini.

Diakuinya, saat ini di Kabupaten Banjarnegara belum memenuhi beberapa indikator yang sesuai ketentuan.

Wabup mengharapkan komitmen seluruh OPD terkait di Kabupaten Banjarnegara untuk bersinergi melengkapi indikator-indikator tersebut agar predikat KLA dapat diraih Banjarnegara di tahun 2021.

“Ini sangat penting. Jangan ada ego sektoral. Diperlukan sinergitas antar OPD sesuai tugas dan wewenangnya agar semakin cepat indikator-idikator yang masih kurang bisa dilengkapi,” tegasnya. (*)

Sumber : Tribun Jateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*